Sejujurnya, saya tidak siap dengan dunia dewasa yang sebentar lagi akan saya hadapi. Dunia yang setahu saya penuh persaingan. Adu gengsi. Memiliki kehidupan yang terkotak-kotak. Penuh dengan kebohongan dan beban hidup. Tidak leluasa.
Sejujurnya, dengan umur saya yang sudah menginjak 20 tahun lebih ini, sifat childish masih melekat di diri saya. Bahkan bisa dibilang masih dominan.
Kenapa?
bukan saya tidak ingin berkembang, atau bahkan manja sekali pun. Saya hanya ingin memiliki pemikiran seperti anak kecil yang masih ingin mengenal dunia. Tidak mudah terusik oleh pola pemikiran rumit orang dewasa.
Bebas berimajinasi tanpa terbentur oleh realitas.
Bebas berkreasi dengan tanpa batas.
Bebas ekspresikan diri tanpa ada sautan protes.
Saya.. hanya seorang remaja biasa yang masih merindukan kebebasan masa muda.
Rabu, 13 Maret 2013
Jumat, 14 Desember 2012
Plaid Flowerpot
Iseng sebenarnya. Lihat ada vas bunga+tumbuhan plastiknya yang sederhana tapi kiyut di satu toko yang menjual all item serba 6ribu, beli deh. Eh ternyata inget masih punya sisa pita kotak-kotak di lemari. Lalu... tringgg! keluarlah ide ini. Okay, step one.. step two.. and three..
voila! Gemes banget liatnya.
voila! Gemes banget liatnya.
Rabu, 05 Desember 2012
Not Enough
"Rasanya setiap hari terlalu singkat untuk semua hal-hal yang ingin aku pikirkan, semua jalan yang yang ingin aku jalani, semua buku yang ingin aku baca, dan semua teman-teman yang ingin aku temui"(John Burroughs)
Rabu, 14 November 2012
At the north of Java Island
Beberapa minggu lalu, saya berkesempatan untuk menjelajah beberapa pulau kecil di kepulauan seribu yang sekiranya memiliki nilai historical. Tapi yaa biasa deh, dasar anak muda.. kurang berminat mengikuti tour guide dan ngedengerin celotehannya, saya malah lebih tertarik untuk foto-foto sana-sini :D
Perjalanan yang di-package ala backpacker ini dimulai saat Subuh dari pasar pelelangan ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Pulau Edam adalah pulau yang pertama kami kunjungi untuk melihat mercusuar dan kemudian membelah hutan yang tidak terlalu besar untuk sampai di benteng kecil bekas penjajah Belanda. Menuju ke pulau Cipir, Kelor dan Onrust yang terdapat taman Arkeologi dan bangunan bersejarah lainnya, kami melewati beberapa pulau-pulau di kepulauan seribu yang notabene sering dikunjungi wisatawan untuk berlibur. Hmmm mungkin di lain waktu saya berminat untuk menginap beberapa hari di pulau-pulau itu. It all look so peaceful..
Perjalanan yang di-package ala backpacker ini dimulai saat Subuh dari pasar pelelangan ikan Muara Angke, Jakarta Utara. Pulau Edam adalah pulau yang pertama kami kunjungi untuk melihat mercusuar dan kemudian membelah hutan yang tidak terlalu besar untuk sampai di benteng kecil bekas penjajah Belanda. Menuju ke pulau Cipir, Kelor dan Onrust yang terdapat taman Arkeologi dan bangunan bersejarah lainnya, kami melewati beberapa pulau-pulau di kepulauan seribu yang notabene sering dikunjungi wisatawan untuk berlibur. Hmmm mungkin di lain waktu saya berminat untuk menginap beberapa hari di pulau-pulau itu. It all look so peaceful..
| Perumahan nelayan Muara Angke |
| This is it! "kapal pesiar" saya ;) |
| Tetap ingat Tuhan disela mencari sesuap nasi |
| Sudah terlihat dari kejauhan |
| Dermaga yang dikelilingi indahnya biru laut |
| eye catching! |
| Tangga hingga lantai 16 |
| Melalui sela-sela jendela |
| Dibangun pada tahun 1879 |
| Semoga akan tetap terjaga keasriannya |
| Martello Tower di Pulau Kelor |
| Pemecah ombak yang terlihat rapuh |
| Fungsi pulau Onrust zaman dahulu |
| Salah satu fasad bangunan di taman Arkeologi |
| Komplek pemakaman Belanda kecil |
| Pulau Bidadari |
| Mungkin mereka mau mengantar kepulangan kami? |
Selasa, 17 April 2012
WOW!!
Semester 4.. semester yang paling banyak menyita waktu, uang, tenaga, pikiran. Apalagi 2 bulan ke depan ini.
Free time bukan lagi untuk tidur-tiduran and doing nothing. Begadang bukan lagi untuk lucu-lucuan. Sabtu Minggu bukan lagi untuk family time. Ke Bandung bukan lagi untuk jalan-jalan..
ohmygosh i love April, May, and June soooo much! *jedotin kepala*
p.s: Tapi sepertinya saya mulai bisa menyenangi situasi WOW seperti ini..
p.s: Tapi sepertinya saya mulai bisa menyenangi situasi WOW seperti ini..
Selasa, 03 April 2012
Fake?
Ya, dunia ini memang selalu adil.
selalu ada hitam dan putih
salah dan benar
minus dan plus
sedih dan senang
sedih dan senang
jahat dan baik
fake friends dan true friends
Tapi saya tidak terlalu peduli dengan sisi "hitam" yang mungkin ada saat ini.
kenapa?
karena.... saya bahagia.
selama masih memiliki dia yang selalu membawa "nuansa putih", saya masih dapat merasakan kebahagiaan. terima kasih loh :)
Minggu, 25 Maret 2012
Lot of Questions
Kenapa saya baru benar-benar sadar sekarang kalau ternyata salah jurusan?
Selalu iri lihat anak-anak jurusan design dengan segala assignments mereka yang selalu bergaul dengan gunting, kertas, cat, imajinasi dan kreatifitas. sedangkan saya disini? berkutat dengan segala macam teori, presentasi, dan assignments analisis kasus yang setumpuk.
Kenapa saya baru benar-benar sadar sekarang kalau ternyata salah jurusan?
Sekuat apapun saya belajar dan serajin apapun ngerjain assignments, gak pernah dapet hasil yang memuaskan. selalu kalah dibanding teman-teman sejurusan yang bahkan lebih santai dari saya. bahkan tambah kesini, nilai saya malah cenderung menurun, entah kenapa.
Kenapa saya baru benar-benar sadar sekarang kalau ternyata salah jurusan?
Baru sadar dengan potensi yang ada di diri saya yang ternyata jauh lebih condong ke dunia art dan imagination dibanding dunia teoritis dan penuh dengan argumentation speech. passion saya, bakat saya, semua bertentangan dengan jurusan saya saat ini. really, jiwa saya bukan di jurusan ini!
Kenapa saya baru benar-benar sadar sekarang kalau ternyata salah jurusan?
Terlalu telat untuk pindah jurusan setelah 2 tahun kuliah di jurusan komunikasi ini. sayang umur, sayang waktu, sayang uang, dan orangtua saya yang memang gak mendukung saya untuk masuk ke jurusan design. "mau jadi apa kamu nanti?" selalu begitu kata mereka.
Kenapa saya baru benar-benar sadar sekarang kalau ternyata salah jurusan?
Ya, kenapa baru sekarang? kenapa gak dari dulu saja saya memaksakan kehendak untuk masuk ke design? kenapa dulu saya hanya pasrah saja nurutin kehendak mereka untuk masuk ke universitas negeri ini yang hanya berdasarkan akan gengsi? kenapa gak dari dulu saya berusaha tunjukan ke mereka tentang passion saya ini?kenapa baru sekarang?
Langganan:
Postingan (Atom)
